Ilmu komunikasi merupakan ilmu pengetahuan yang tergolong muda. Sekalipun pada sisi yang lain, sejarah perkembangan ilmu komunikasi sudah tua sejak masa Yunani dan baru dirumuskan dalam era modern sebagai ilmu baru sejak dekade PD II.Dewasa ini penelitian-penelitian komunikasi terus menerus dilakukan. Sejumlah jurnal ilmiah dalam bidang komunikasi terbit.
Diposkan oleh tjok mytha
Dalam situasi yang digambarkan di atas, muncul persoalan baru berkenaan dengan pemanfaatan TIK, yaitu: kompatibilitas, interoperabilitas serta kehandalan. Untuk menjawab persoalan ini, berbagai negara pelopor TIK telah merumuskan dan menyepakati regulasi dan sekumpulan standar yang mengatur berbagai aspek teknis dan legal dalam pengembangan dan pemanfaatan TIK. Persaingan yang ketat antara negara-negara produsen TIK menuntut adanya cara-cara perlindungan legal terhadap para pelaku TIK, yang disepakati pada tataran internasional. Sebagai ilustrasi, Asia-Pacific Legal Metrology Forum telah memasukkan TIK ke dalam bagian sentral dalam metrologi legal. Bila instrumentasi utama dalam metrologi tradisional bertitik berat pada pengukuran kuantitas perdagangan, tantangan ke depan adalah melibatkan TIK dan jejaring informasi yang sah dan handal. Forum tersebut merekomendasikan pengembangan metodologi untuk interfacing antara TIK dan non-TIK, seperti teknologi mekanik, analitik, dan kimiawi. Berbagai instrumen ukur perdagangan akan terkoneksi dalam suatu jejaring informasi, yang menuntut adanya tingkat kepercayaan dan keamanan yang bisa diterima. Berdasarkan data tentang global software piracy tahun 2004 yang dilansir oleh Business Software Alliance (BSA), Indonesia merupakan salah-satu dari negara yang belum memberikan cukup perlindungan terhadap intellectual property rights di bidang perangkat lunak. Dalam situasi seperti ini, peluang Indonesia untuk menjadi pelaku TIK yang bermartabat akan sulit meningkat. Posisi Indonesia seperti ini, pada gilirannya, berimplikasi hambatan bagi Indonesia untuk menggali potensi TIK, untuk tujuan menopang pembangunan ekonomi dan sosial bangsa.
Oleh : KUSMAYANTO KADIMAN
Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia